Latest Post
Showing posts with label Do'a. Show all posts
Showing posts with label Do'a. Show all posts

DOA KETIKA MENDENGAR PETIR

DOA KETIKA MENDENGAR PETIR

سُبْحَانَ الَّذِى يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

“Maha Suci Allah yang mana petir pun bertabih kpada-Nya dngan memuji-Nya, demikian juga para malaikat karena takut kepada-Nya”


(Abdullah bin Zubair ketika mendengar petir egera diam dan mengucapkan doa terebut, diriwayatkan dalam al-Muwaththo’) 
 

DOA HUJAN

DOA KETIKA HUJAN TURUN

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat”
(HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari)



DOA SETELAH HUJAN TURUN/REDA

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

“Hujan diturunkan kepada kami karena keutamaan Allah dan rahmat-Nya”

(HR. al-Bukhari dan Mulim)
 

DOA KETIKA MENDAPAT MUSIBAH

DOA KETIKA MENDAPAT MUSIBAH

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku dalam musibah yang menimpaku ini, dan berikan kepadaku ganti yang lebih baik.

(HR. Muslim)
 

DOA KETIKA MELIHAT ORANG LAIN MENGALAMI COBAAN

DOA KETIKA MELIHAT ORANG LAIN MENGALAMI COBAAN

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah cobakan kepadamu. Dan Allah telah memberikan kemuliaan kepadaku melebihi orang lain.


(HR. at-Turmudzi)
 

DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

DOA MENJENGUK ORANG SAKIT

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Tidak apa-apa, semoga sakitmu ini menghapus dosamu, insyaAllah.
(HR. al-Bukhari)

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
7x

Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, agar menyembuhkan dirimu (dibaca tujuh kali)

Tidaklah seorang hamba muslim mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu membacanya sebanyak tujuh kali . . . . (al-Hadits). . .kecuali ia pasti disembuhkan.

(HR. at-Turmudzi, Abu Dawud)
 

Adab Makan dan Minum

Bismillah wal hamdu lillah, Adab Makan dan Minum, pada kesempatan ini penulis ingin membawakan adab-adab dalam kita memenuhi hak tubuh kita sebagai manusia, yaitu makan
makan minum
dan minum. Tiada hari berlalu kecuali kita tidak lepas dari kegiatan ini (makan dan minum) karena tubuh kita membutuhkan asupan-asupan yang diproses dari makanan dan minuman yang telah kita masukkan ke dalam tubuh. Makanan dan minuman yang kita dapatkan tentunya merupakan rizqi dari Allah Subhnahu wa ta’ala. Oleh karena itu seyogyanya kita yang mendapatkan rizqi tersebut menjalankan adab-adab yang telah diperintahkan Allah melalui apa yang telah diperintahkan, mmaupun yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sauri tauladan kita semua. Adapun adab-adab tersebut diantaranya sebagai berikut[1] :

1.    Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhanahu wata'ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.
2.    Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.
3.    Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu.
4.    Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan”. (Muttafaq’alaih).
5.    Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda; “Aku tidak makan sedangkan aku menyandar”. (HR. al-Bukhari). Dan di dalam haditsnya, Ibnu Umar Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang dua tempat makan, yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil menyungkur”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani).
6.    Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak. Di dalam hadits Hudzaifah dinyatakan di antaranya bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “... dan janganlah kamu minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan dengan piring yang terbuat darinya, karena keduanya untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak”. (Muttafaq’alaih).
7.    Hendaknya memulai makanan dan minuman dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang diantara kamu makan, hendaklah menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jika lupa menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala pada awalnya maka hendaknya mengatakan : Bismillahi awwalihi wa akhirihi”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Adapun meng-akhirinya dengan Hamdalah, karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah sangat meridhai seorang hamba yang apabila telah makan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila minum minuman ia pun memuji-Nya”. (HR. Muslim).
8.    Hendaknya makan dengan tangan kanan dan dimulai dari yang ada di depanmu. Rasulllah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda Kepada Umar bin Salamah: “Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di depanmu. (Muttafaq’alaih).
9.    Disunnatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu sesudahnya. Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik dari ayahnya, ia menuturkan: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya”. (HR. Muslim).
10. Disunnatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang bagian yang kotor darinya lalu memakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila suapan makan seorang kamu jatuh hendaklah ia mengambilnya dan membuang bagian yang kotor, lalu makanlah ia dan jangan membiarkannya untuk syetan”. (HR. Muslim).
11. Tidak meniup makan yang masih panas atau bernafas di saat minum. Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
12. Tidak berlebih-lebihan di dalam makan dan minum. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada tempat yang yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seseorang daripada perutnya, cukuplah bagi seseorang beberapa suap saja untuk menegakkan tulang punggungnya; jikapun terpaksa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minu-mannya dan sepertiga lagi untuk bernafas”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
13. Hendaknya pemilik makanan (tuan rumah) tidak melihat ke muka orang-orang yang sedang makan, namun seharusnya ia menundukkan pandangan matanya, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka menjadi malu.
14. Hendaknya kamu tidak memulai makan atau minum sedangkan di dalam majlis ada orang yang lebih berhak memulai, baik kerena ia lebih tua atau mempunyai kedudukan, karena hal tersebut bertentangan dengan etika.
15. Jangan sekali-kali kamu melakukan perbuatan yang orang lain bisa merasa jijik, seperti mengirapkan tangan di bejana, atau kamu mendekatkan kepalamu kepada tempat makanan di saat makan, atau berbicara dengan nada-nada yang mengandung makna kotor dan menjijik-kan.
16. Jangan minum langsung dari bibir bejana, berdasarkan hadits Ibnu Abbas beliau berkata, “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang minum dari bibir bejana wadah air.” (HR. Al Bukhari)
17. Disunnatkan minum sambil duduk, kecuali jika udzur, karena di dalam hadits Anas disebutkan “Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri”. (HR. Muslim).




[1] Departemen Ilmiah Darul Wathan, Etika Seorang Muslim (Jakarta : Darul Haq, 2001)h.73
 

Doa Masuk Rumah dan Doa Keluar Rumah

Bismillah wal hamdu lillah.
doa masuk rumah
Sobat semua yang semoga dirahmati Allah. Pada kesempatan ini saya akan sharing kepada teman-teman semua mengenai do’a masuk dan keluar rumah.

Rumah yang semoga masih terasa nyaman bagi kita, rumah yang masih kita katakana “baity jannaty”, tempat kita melepas lelah dan menghimpun kembali semangat untuk terus berjuang dan berusaha dalam menuju ridla Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rumah tempat kita menghimpun cita-cita mulia penerus generasi dakwah pencerah dunia.

Tapi kadang kita lupa, kadang kita malah mengajak setan masuk dan bermalam di dalamnya, karena kita lupa untuk berdzikir dan berdo’a saat memasuki rumah kita. Bahkan kadang kita lupa untuk mendoakan orang yang berada di dalamnya dengan mengucapkan salam untuk penghuninya.

Oleh karena itu pada kesempatan ini kita saling mengingatkan untuk mengingat kembali dan berusaha untuk membiasakan diri berdzikir ketika memasuki dan keluar dari rumah kita dengan dzikir-dzikir yang telah diajarkan oleh Manusia pilihan penuntun umat manusia Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berikut ini :

Do’a Masuk Rumah[1] :

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَ عَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

 “Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut nama Allah kami keluar dan kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal”
Kemudian mengucapkan salam pada keluarganya. (HR. Abu Dawud).

Do’a Keluar Rumah[2] :

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari terpeleset pada dosa atau dipelesetkan, dari menzalimi orang lain atau dizalimi, dari berbuat odoh atau dibodohi manusia” (HR. Ahlu Sunnah, lihat pula ‘Shahihut-Tirmidzi (3/152, dan Shahih Ibnu Majah (2/336)).

Atau membaca :

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

“Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya” (HR. Abu Dawud (4/325), dan al-Tirmidzi (5/490)).

Semoga kita bisa mengamalkannya. Amin. N.




[1] Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, Doa Dzikir dan Wirid Sehari-hari Menurut al-Qur’an dan al-Sunah, h.42-43. (Surakarta : Insan Kamil, 1429H)
[2] Ibid
 

Doa dan Dzikir Pagi Petang


Dzikir Pagi dan Petang
http://istimroor-belajar.blogspot.com/Dibawah ini beberapa dzikir pagi dan petang yang ada dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kita untuk kita amalkan :
1.      Membaca ayat Kursy
2.      Membaca surah al-Ikhlas 3x
3.      Membaca surah al-Falaq 3x
4.      Membaca surah al-Naas 3x
5.      Membaca

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 100X/10X

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginyalah kerajaan dan segala pujian. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( Dibaca 100X ataupun 10X setiap harinya). [H.R. al-Bukhari dan Muslim]
6.      Membaca
سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ   100X
“Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya dan tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar” ( Dibaca 100X) [HR. Muslim]
7.      Membaca
سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ100X
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya” (Dibaca 100X) [HR. Muslim]
8.      Membaca
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ   3X
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu yang dibumi dan di langit tidak akan berbahaya. Dialah Yang Maha Mengetahui” (Dibaca 3X)
Barang siapa yang membacanya 3X tidak ada sesuatu yang membahayakan baginya.
[HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi]
9.      Membaca
حَسْبِيَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ 7X
“Allahlah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan Yang Menguasai Arsy yang Agung” (Dibaca 7X)
Barang siapa yang membacanya 7X maka Allah mencukupi apa yang diinginkannya dari urusan dunia dan akherat. [HR. Ibnu Sina dan Abu Dawud]
10.   Membaca

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا3X
“Aku rela Allah Tuhanku, Islam agamaku, Muhammad Nabiku” (Dibaca 3X) [HR. al-Tirmidzi]

Penulis hanya menulis 10 dzikir saja hal ini bukan dimaksudkan untuk membatasi jumlah dzikir yang dapat diamalkan, ataupun membatasi batas minimal ataupun maksimal dalam dzikir pagi dan petang. Akan tetapi dimaksudkan untuk memudahkan dalam penghafalan dan pengamalannya. Adapun kelengkapannya dapat dilihat langsung di Hisnul Muslim karangan Said bin Ali bin Wahf al-Qohthon, dimana di dalam buku tersebut ada sekitar 19 dzikir. Wallahu a’lam.
 

Dzikir Sesudah Shalat Fardlu



Dzikir Sesudah Shalat :


Dzikir setelah shalat الذكر بعد الصلاة

أَسْتَغْفِرُ اللهَ        3x

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَ مِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ [رواه مسلم]

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدِّ [رواه مسلم]

سُبْحَانَ الله  33x 
الْحَمْدُ لِله33x 
اللهُ أَكْبَرُ33x 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ [رواه مسلم]

قَرَءَ سُوْرَةَ
 الْإِخْلَاصِ وَ الْفَلَقِ وَ النَّاسِ فِيْ كُلِّ صَلَاةٍ  1x إِلَّا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ وَ الصُّبْحِ  3x[رواه أبو داود و الترمذي و النسائي]

قرء أيَةَ الْكُرْسِيْ بَعْدَ كُلِّ صَلَاةِ الْوَاجِبِ

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ 3x

بعد المغرب و الصبح [رواه الترمذي و أحمد]

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَ لَهُ الْفَضْلُ وَ لَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ [))[[][[]ٍ][

رواه  مسلم








 

DOA MASUK DAN KELUAR WC


Alhamdulillah, segala puji adalam milik Allah yang telah memberikan kita banyak kenikmatannya,, dan seagung - agung kenikmatan adalah kenikmatan Iman serta Islam dimana Allah Ta'ala telah membertikan kita Hidayahnya untuk berpegang pada Agamanya yang universal yang mengatur semua segi kehidupan ini dan sungguh tidak ada agama yang benar di sisi-Nya kecuali agama islam.
Semoga Shalawat serta salam selalu tercurah kepada hamba dan utusannya Muhammad bin Abdillah 'alaihi ash-Shalatu wa as- Salam. Beliau adalah hamba dimana kita tidak diperbolehkan untuk beribadah kepadanya. Beliau juga Rasul dimana beliau sebagai Sauri tauladan bagi kita. Dimana Beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya tapi berdasarkan wahyu dari Allah Ta'ala.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan do'a yang telah Rasulullah ajarkan kepada kita, dimana do'a adalah ibadah dan perisai bagi manusia. Doa, yang akan penulis sampaikan adalah do'a berikut ini :
Do’a masuk kamar mandi :
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Istimroor - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger